marquee

Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Nabi bersabda, "Ada dua kenikmatan yang sering menipu manusia, (yaitu) kesehatan dan waktu luang" (HR. Bukhari: XXI/261) (HR, Bukhari)

Fissura Ani

DEFINISI

Fissura Anus (Fissure in ano, Ulkus anus) merupakan suatu robekan atau luka dengan nanah pada daerah anus dekat perbatasan dengan kulit, luka sering terjadi pada bagian belakang walau terkadang – lebih jarang – juga dapat ditemukan pada bagian depan, lebih jarang lagi pada bagian samping (bila terjadi harus dipikirkan penyebab penyakit lain).



PENYEBAB

Umumnya disebabkan oleh cedera karena buang air besar yang keras dan besar.
Fissura menyebabkan otot melingkar (sfingter) dari anus mengalami kejang dan hal ini akan menyulitkan penyembuhan. Otot polos yang melingkari dubur berfungsi sebagai katup penutup sehingga kotoran bersifat padat, cair dan gas tidak keluar. Otot ini bersifat involunter, sehingga tidak dapat dipengaruhi oleh kehendak kita. Dalam keadaan duduk lama atau stress akan bertambah tegang, bila kemudian terdapat gangguan buang air besar akan mempermudah timbulnya luka pada selaput lendir.


Pada selaput lendirdekat perbatasan dengan kulit banyak terdapat saraf perasa (sensorik), sehingga bila ada luka kecil saja akan menyebabkan rasa sakit. Kemudian terjadi lingkaran setan (circulus vitiosus), otot polos semakin menegang dan pasien menjadi semakin takut untuk buang air besar sehingga menahan untuk BAB. Pada akhirnya pasien semakin menahan buang air besar , kotoran semakin keras dan luka semakin luas. Secara epidemiologi lebih banyak terjadi pada wanita, mungkin karena wanita lebih sering mengalami sembelit.

GEJALA
Fissura menimbulkan nyeri dan perdarahan selama atau segera setelah buang air besar.
Rasa nyeri berlangsung selama beberapa menit sampai beberapa jam dan kemudian menghilang sampai saat buang air besar berikutnya. Rasa sakit bisa sampai menyayat sedangkan perdarahan dapat terjadi walaupun tidak sebanyak pada wasir. Kadang-kadang terdapat peradangan di daerah luka sehingga terbentuk perianal abses dan akhirnya menjadi fistula (saluran).
Secara klinis ada jenis fissura ani :

  1. Akut : Baru terjadi pertama kali atau belum lama berselang, belum terjadi penebalan dan penggantian menjadi jaringan ikat (fibrosis). Umumnya menyembuh dalam beberapa hari.
  2. Kronis : Terjadi berulang dalam waktu cukup panjang, sering terjadi penebalan pada daerah tepi dan sekitar luka, dapat terbentuk benjolan kenyal di sebut skintag pada benjolan bawah dan hipertrofi papilla pada bagian atas. Kadang-kadang disalahtafsirkan sebagai hemorid/wasir.
              



DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan di daerah anus, untuk membedakan dari hemoroid dan wasir, pada pemeriksaan colok dubur diagnosis hampir selalu dapat ditegakkan. Terkadang dapat juga ditemukan perdarahan, walaupun tidak sebanyak wasir.

PENGOBATAN

Bisa diberikan pelunak tinja (psilium), yang bisa mengurangi cedera karena buang air besar yang keras dan sulit. Pelumas berupa suppositoria (obat yang dimasukkan ke dalam dubur) juga bisa diberikan. Duduk berendam dalam air hangat selama 10-15 menit setelah buang air besar, mengurangi rasa tidak nyaman dan membantu meningkatkan aliran darah, sehingga membantu proses penyembuhan. Kapan dilakukan pembedahan? Hanya bila pengobatan lain tidak berhasil. Tapi perlu digaris bawahi tujuan utama terapi adalah untuk menghilangkan rasa sakit sehingga ketegangan otot polos berkurang sehingga luka dapat sembuh.


PENCEGAHAN


Pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati. Perubahan gaya hidup juga dapat membantu, makan banyak mengandung serat dan banyak minum air putih untuk mempermudah BAB, juga menghindari makanan yang merangsang diare karena akan memperberat fissura ani. Anal fissura tidak pernah dilaporkan berubah menjadi suatu keganasan. 


Sumber: http://penyakitdalam-internis.blogspot.com/2009/12/fissura-ani.html